Jul 15, 2009

Cara Memilih Bidang Usaha

Sebenarnya ada begitu banyak peluang bidang usaha dalam kehidupan kita. Karena begitu banyaknya, hal ini kadang menyebabkan seseorang merasa bingung dalam menentukan bidang usaha yang sesuai dengan dirinya. Namun tak sedikit pula menjadikan ini suatu motor pembangkit semangat untuk segera memulai suatu usaha.

Berikut adalah pedoman yang umum digunakan seseorang dalam memulai bisnis yang sesuai dengan orientasinya :

1. Menetapkan tujuan financial terlebih dahulu

2. Memilih bisnis yang sesuai dengan tujuan financial

3. Memilih bisnis yang semangat untuk dilakukan

Akan tetapi syarat sosial pribadi seseorang untuk terjun ke dunia usaha tidaklah sederhana. Ada beberapa kriteria yang harus dimilikinya. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil (small business operator), ia harus memiliki:

  • Kecakapan untuk bekerja
  • Kemampuan mengorganisir
  • Kreatif
  • Lebih menyukai tantangan

Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru:

  • Pendekatan “in-side out” atau “idea generation” yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.
  • Pendekatan “the out-side in” atau “opportunity recognition” yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide merespon kebutuhan pasar sebagai kunci keberhasilan.

Berdasarkan pendekatan “in-side out”, untuk memulai usaha, seseorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi usaha. Menurut Norman Scarborough, kompetensi usaha yang diperlukan meliputi:

  • Kemampuan teknik
  • Kemampuan pemasaran
  • Kemampuan finansial
  • Kemampuan hubungan

Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

A. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki.

Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki, diantaranya:

1. Bidang usaha pertanian (pertanian, kehutanan, perikanan, dan perkebunan).

2. Bidang usaha pertambangan (galian pasir, galian tanah, batu, dan bata).

3. Bidang usaha pabrikasi (industri perakitan, sintesis).

4. Bidang usaha konstruksi (konstruksi bangunan, jembatan, pengairan, jalan raya).

5. Bidang usaha perdangan (retailer, grosir, agen, dan ekspor-impor).

6. Bidang jasa keuangan (perbankan, asuransi, dan koperasi).

7. Bidang jasa perseorangan (potong rambut, salon, laundry, dan catering).

8. Bidang usaha jasa-jasa umum (pengangkutan, pergudangan, wartel, dan distribusi).

9. Bidang usaha jasa wisata (usaha jasa parawisata, pengusahaan objek dan daya tarik wisata dan usaha sarana wisata).

B. Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih.

Ada beberapa kepemilikan usaha yang dapat dipilih, diantaranya perusahaan perseorangan, persekutuan (dua macam anggota sekutu umum dan sekutu terbatas), perseroan, dan firma.

C. Tempat usaha yang akan dipilih.

Dalam menentukan tempat usaha ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:

  • Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan maupun pasar?
  • Apakah tempat usaha dekat dengan sumber tenaga kerja?
  • Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya.

Dalam paper yang ditulis oleh Mustel Group dikemukakan hasil survey mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan suatu usaha yang ditinjau dari sisi saat ini dan sisi yang akan datang. Secara garis besar hasil survey menyatakan terdapat sembilan faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi usaha. Kesembilan faktor tersebut antara lain:

1) Space Characteritic (Karakteristik Ruang usaha).

2) Site Characteristic (Karakteristik Lokasi).

3) Labour (Tenaga Kerja).

4) Business Links (Kemungkinan Bisnis).

5) Transportation Access (Akses Transportasi).

6) High and Low Priority Factors in Location Decision-Making and Satisfaction with

7) Present Location

8) Relocation Information (Informasi Relokasi).

9) Future Plans (Rencana Jangka Panjang).

10) Access, Parking, Road/Rail/Transportation Improvement Requirements (Perubahan Akses Jalan dan Areal Parkir).

(Iswara dkk, 2007)

D. Organisasi usaha yang akan digunakan.

Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha dan skala usaha. Fungsi kewirausahaan dasarnya adalah kreativitas dan inovasi, sedangkan manajerial dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Semakin kecil perusahaan maka semakin besar fungsi kewirausahaan, tetapi semakin kecil fungsi manajerial yang dimilikinya.

E. Lingkungan usaha

Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro.

Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang saham, majikan, manajer, direksi, distributor, pelanggan/konsumen, dan lainnya.

Lingkungan makro adalah lingkungan diluar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan, meliputi lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan sosial, lingkungan sosiopolitik, lingkungan demografi dan gaya hidup.

(Ghanoz, 2008)

Dalam tulisan yang lain, dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang bisa digunakan sebagai patokan awal dalam memilih suatu bidang usaha yang akan ditekuni dalam jangka panjang, antara lain :

1. Meihat karakter usaha tersebut dan disesuaikan dengan karakter pribadi kita

Kita perlu mengenali karakter bidang usaha kita. Tujuannya adalah untuk melihat apakah karakter dasar kita sesuai dengan karakter usaha tersebut.

2. Melihat apakah kita menyukai usaha tersebut

Merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus menyukai usaha yang akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka pada usaha akan membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang baik. Disini, memulai usaha dari hobi bisa menjadi pertimbangan kits. Karena hobi biasanya merupakan suatu hal yang disukai, maka hobi bisa berpotensi menjadi usaha yang berhasil. Tentunya dengan berbagai tambahan analisa lainnya.

3. Melihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut

Sangat penting bagi kita untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan untuk melihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut. Kita bisa mengukur kemampuan kita dengan mengadakan beberapa analisa atau riset sederhana mengenai usaha tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan.

4. Analisis risk-return dan potensi pengembangan usaha tersebut

Dalam memilih bidang usaha yang kita geluti, sudah pasti kita harus memperhitungkan berapa pengembalian modal (return) yang akan kita dapatkan dari usaha tersebut. Hasil perhitungan tersebut haruslah dibandingkan dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Jika dari perhitungan awal saja, usaha tersebut sudah nampak tidak layak dijalankan, buat apa kita memaksakan diri? Hal lain yang perlu dilihat adalah kemungkinan bidang usaha tersebut untuk terus berkembang baik dari segi besaran pasar maupun kemungkinan terciptanya cabang-cabang bidang usaha yang saling berkaitan. Contohnya tumbuhnya industri ponsel mendorong banyaknya toko ponsel, aksesoris ponsel, kios voucher isi ulang, download ringtone dan sebagainya. Hati-hati jika kita memilih bidang usaha yang meskipun kita kuasai betul, namun sudah tampak jenuh atau cenderung menyusut pasarnya. Bisa-bisa usaha kita akan sulit berkembang nantinya.

(Anonim, 2007)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA

Ghanoz. 2008. Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya. Mata Kuliah Kewirausahaan Teknik Informatika - Universitas Widyatama

Iswara A.W, Harya .,Evania, Vina., dan S. Wicaksana, I Wayan. 2007. Pemilihan Lokasi Usaha dengan Pendekatan Metode Tree Decision. Universitas Gunadarma

Mustel Group. False Creek Flats Business Survey, 23-33.


Sumber : here

No comments: