Jul 11, 2009

CERITA HIDUPKU

Assalamualaikum wr.wb.

Buat sobat-sobatku dan saudaraku sesama muslim diseluruh penjuru dunia, perjalanan hidup ini memang melelahkan, penuh cobaan dan rintangan, akan tetapi kita bisa h itu semua dengan ikhlas dan terus mau berusaha demi kehidupan kita. Seperti kita ketahui bersama bahwa sebagai seorang muslim sudah sewajibnya kita taat dan patuh pada perintah-Nya, karena dengan selalu mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa Insyaallah kita akan selalu diberikan ketenangan jiwa dan raga, mudah dalam menjalani hidup dan selalu dilindungi oleh Allah SWT.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita tentang siapa diri saya sebenarnya kepada rekan-rekan semuanya, karena saya ingin berbagi tentang kisah kehidupan saya. Dan saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak tertentu apabila tulisan ini terdapat kesalahan atau lainnya.

Saya dilahirkan tepat tanggal 13 Maret 1982, hari sabtu Pon jam 08.10 am wib di Rantau Prapat Sumatera Utara. Saya dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang bagi saya seperti seorang Ratu, bidadari, ataupun peri. Ibu saya saat itu hanya Ibu rumah tangga dan Ayah saya saat itu hanya seorang pekerja kasar. Kehidupan kami saat itu memang benar-benar susah, semuanya selalu ditanggung mertua dan nenek saya. Saya di Rantau Prapat dirawat dari bayi hingga berumur enam tahun, dan selama itu pula saya mempunyai 4 orang adik. Setelah mengalami hari-hari panjang yang penuh dengan kesulitan hidup, akhirnya ayah dan ibu saya mencoba untuk melamar sebagai guru honor di Nanggroe Aceh Darussalam. Dan alhamdulillah kedua orang tua saya lulus. Sejak saat itu kedua orang tua saya dan adik-adik pindah dan tinggal dirumah dinas yang disediakan oleh sekolah.

STM Langsa saat itu belum semaju seperti sekarang, ayah saya termasuk salah satu perintis pembangunan STM Langsa yang masih berupa hutan belantara. Beliau termasuk orang yang saya kagumi karena beliau adalah seorang ayah yang pekerja keras dan mau bekerja apapun asalkan anak dan istri dapat terisi perutnya. Begitu pula dengan Ibu saya, beliau berjualan kue agar dapur kami tetap berasap. Dan alhamdulillah pada akhirnya saat saya SD kelas 5 orang tua saya diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada waktu itu juga adik saya yang paling kecil lahir. Mulai saat kehidupan kami sedikit demi sedikit berubah, yang tadinya harus mati-matian mencari uang untuk kehidupan kami sekarang agak bisa tenang. Saat saya kelas enam SD kami sekeluarga pindah tidak jauh dari sekolah tersebut, hingga bertahan sampai saya SMU kelas 2. Saat inilah kehidupan saya berubah drastis 1900.

Kembali kecerita tentang saya…
Semasa kecil hingga saya SMU kelas 2 kehidupan saya bahagia walaupun ada beberapa kejadian yang mungkin juga terjadi pada anak-anak kecil lainnya yang bandel dan dimarahi orang tuanya, dan saya termasuk anak yang yang bandel dan suka menangis. Semasa kecil saya gemar memancing dan berenang di sungai kecil (walaupun saya tidak bisa berenang saat itu), maklum sungainya juga dangkal. Semasa kecil alhamdulillah orang tua saya membekali saya dan adik-adik ilmu agama ke pengajian-pengajian anak-anak atau sekarang ini disebut TPA (Taman Pengajian Anak-anak). Setelah tamat SD saya disarankan oleh orang tua saya untuk masuk ke pesantren Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) dan saya menerima. Karena saat itu saya termasuk anak yang penurut. Setelah mendaftar dan akhirnya tinggal di pesantren saya merasa seperti seorang anak yang tidak mempunyai orang tua…! Kenapa bisa begitu? Karena saya tidak tinggal dengan orang tua lagi dan saya harus menjalani hidup mandiri di pesantren. Saya jalani hari-hari dipesantren selama tiga tahun dengan hati yang berat, rindu akan kebersamaan dengan keluarga. Akan tetapi alhamdulillah saya bisa menjalaninya karena sudah pasti para pembaca mengetahui apa saja yang dilakukan selama menjalani pendidikan di pesantren. Saya selalu mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, karena dengan begitu hati saya bisa tenang dan selalu dilindungi-Nya. Selain itu jam tidur saya juga terbatas karena selalu di isi dengan keagamaan, agar saya mendapatkan ilmu agama yang bisa saya terapkan.

Saya termasuk anak yang superhemat saat itu, dalam 1 minggu saya hanya diberkan uang saku sebesar Rp. 5000,- mungkin bagi para pembaca uang tersebut tergolong kecil, tapi bagi saya uang tersebut jumlahnya sangat besar. Kalau bisa dibayangkan seperti uang Rp. 5.000.000,- saat ini. Saya bisa menyisihkan Rp. 2000,- setiap minggunya dari uang saku pemberian orang tua saya, karena saya ingin mandiri dan tidak selalu tergantung pada orang tua saya. Perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan…….!!.

Nah, para pembaca disinilah cerita inti yang bisa menyebabkan kehidupan saya berubah total. Dari kehidupan pesantren yang penuh dengan kesopanan dan keagamaan menjadi seorang manusia yang brutal dan ugal-ugalan. Udah penasaran kan?? Yuk Lanjut….

Setelah saya menyelesaikan pendidikan dipesantren kemudian saya mendaftar di beberapa Sekolah Menengah Umum yang ada di kota Langsa. Pada awalnya saya mendaftar di SMUN 1 Langsa, akan tetapi tidak lulus karena saya kalah koma NEM dan saya menerima dengan hati lapang. Setelah itu saya mendaftar ke SMUN 3 kota Langsa dan alhamdulillah keterima. Banyak sich orang berkata kalau SMUN 3 kota Langsa adalah sekolah buangan, tapi bagi saya bukan melihat status dan pembicaraan orang-orang yang asal bicara, tapi pendidikan dan ilmu apa yang didapatkan dalam menempuh pendidikan selama tiga tahun tersebut. Pernahkah Anda berfikir apa yang Anda dapatkan dan untuk apa ilmu tersebut…? Anda sudah pasti bisa menjawabnya sendiri bukan!

Kembali ke cerita tentang saya…..
Selama di SMU kelas 1 saya termasuk anak yang pendiam dan tidak suka bergaul tetapi tegas. Sehingga pada pertengahan semester kelas 1 saya diangkat sebagai ketua kelas sampai pada kenaikan kelas 3. Semasa kecil sampai selesai sekolah di pesantren saya bukan termasuk orang yang perokok, walaupun dulu pernah teman saya mengajari saya cara merokok tetapi saya batuk-batuk dan saya tidak mau mencobanya lagi. Tapi sangat disayangkan, semenjak masuk SMU saya diajari oleh teman-teman saya merokok sampai bisa, sehingga saya kecanduan merokok. Buat para orang tua awasi buah hati Anda jangan sampai terjerumus apalagi mengenal yang namanya rokok, sudah tidak baik bagi kesehatan juga menyebabkan KANKER (Kantong Kering). Insyaallah pada akhir cerita ini saya akan memberikan sedikit tips-tips kepada Anda agar bisa berhenti merokok.

OK… Kembali kecerita lagi…. Saat-saat terakhir kebahagianku…
Saat kelas 2 SMU saya tidak berubah, tetap menjadi seorang yang pendiam, kurang bergaul tetapi tegas. Akan tetapi itu hanya sementara saja, pada pertengahan kelas 2 SMU orang tua saya berpisah (bercerai,red), dan saya tidak tahu akar permasalahan dan penyebab apa, saya bertanya-tanya dalam hati saya kenapa ini bisa terjadi..?? apakah cukup sampai disini saja jodoh orang tua saya?. Hal itu terus membayangi saya, menghantui saya, membuat saya stress berat hingga bolos sekolah sampai 1 bulan lebih. Saya tidak tahu bagaimana agar hati saya tenang, dan benar-benar saat itu saya sudah melupakan Allah, saya tidak pernah sholat lagi.

Suatu hari teman saya mengajak saya ngumpul bareng biar jangan dibilang kurang pergaulan, dan saya pun mengikuti. Karena saya saat itu sudah mengenal yang namanya rokok dan sudah kecanduan, jadi saya sudah tahu persis dan ahli dalam permainan-permainan tangan saat merokok dan lain sebagainya. Dan inilah akhir dari perjalanan hidup saya menghilangkan permasalahan-permasalah yang kita hadapi. Anda tentunya bisa menebak apa yang saya lakukan saat itu..?? Yup benar 100%, saya mencobanya…. Dan pada akhirnya saya kecanduan, karena dengan barang tersebut membuat saya lupa akan segalanya, permasalahan dan lain-lain. Saya terus kecanduan sampai tamat di SMUN 3 Langsa, dan satu lagi saya juga termasuk peminum minuman haram.

Karena perceraian orang tua saya berubah total, biasanya saya tidak suka emosian dan hemat, tapi setelah kejadian diatas saya sangat pemarah dan boros, hampir suatu hari saya ingin membunuh adik pertama saya, karena saya naik pitamdan tidak mengenal siapa yang ada di depan saya. Sungguh sedih dan tragis kisah perjalanan hidup saya, mungkin Anda atau teman-teman pernah juga mengalami kehidupan seperti saya. Saya tidak menemukan lagi kebahagiaan seperti masa kecil saya, tidak mengenal lagi sosok seorang Ayah yang sayang pada anak-anaknya, dan saya juga pernah durhaka kepada Ibu saya. Sungguh hina dan berdosanya diri ini di mata-Mu ya Allah….

Setalah tamat SMU saya mulai meninggalkan semua kebiasan buruk saya, karena saya berfikir kenapa saya cepat sekali ingatnya dan paling cepat lupanya + sekaligus menjadi orang yang bodoh banget. Saya pernah membaca artikel yang mengatakan bahwa setiap satu kali kita menghisap ganja sama dengan memutuskan 100 urat syaraf di kepala kita, dapat Anda bayangkan efeknya bila saya menghisap barang tersebut lebih kurang 1 tahun setengah. Sudah pasti memori saya jadi rusak dan Low-End serta tidak bisa diformat ulang lagi (kayak kompie aja)…

Saya termasuk laki-laki gila karena setelah tamat SMU saya langsung masuk kuliah pagi dan sore. Pagi saya kuliah di LP3I sampai jam 12.00 dan sore jam 15.00 sampai jam 21.00 di STIM (Sekolah Tinggi Ekonomi) kota Langsa. Alhamdulillah di LP3I saya dapat menyelesaikan kuliah saya, akan tetapi di STIM hanya sampai semester 4 saja. Setelah itu saya coba mencari pekerjaan dan ternyata sulit banget sehingga saya pulang kekampung halaman dengan harapan mendapatkan pekerjaan. Tapi hasilnya sama saja, saya tetap pengangguran. Agar saya tidak selalu merepotkan nenek saya, pekerjaan apapun saya lakukan termasuk menjadi kuli (pekerja bangunan), hasil yang saya dapatkan dalam sehari kerja berat Rp. 35.000,-. Hal ini berlangsung hanya 3 bulan, selebihnya saya pengangguran lagi. Kemudian saya balik lagi ke Aceh karena teman saya mengajak saya untuk ikut test TNI, harapan saya muncul karena saya memang ingin sekali menjadi seorang TNI, dengan pakaiannya yang hijau loreng membuat saya menjadi berarti bagi keluarga saya. Saat itu juga Ibu saya mengusulkan untuk mencoba test beasiswa kuliah yang diadakan DIKMENJUR Jakarta, dan saya juga mencobanya. Jadi nantinya saya tinggal memilih mana yang akan saya ambil, Masuk TNI atau kuliah lagi. Sebenarnya saya sudah lelah banget kuliah, karena otak saya tidak mampu lagi untuk menghapal dan menghitung, penyebabnya Anda pasti sudah tahu….

Akhir kata saya lulus dan harus mengikuti Ibu saya, karena saya ingin membahagiakan beliau, dan pesan beliau sebelum saya pergi hanya satu, “Jangan pernah tinggalkan sholat”. Hanya itu pesan beliau… saat ini Anda bisa bayangkan beliau hidup seorang diri walaupun ditemani oleh 2 adik perempuan saya. Begitu juga dengan Ayah, tapi Ayah sudah menikah lagi, sedangkan Ibu saya belum. Saya mencoba berusaha dengan otak yang gaplek ini (maksudnya GAPTEK) untuk kuliah lagi, dan akhirnya saya selesai juga dengan gelar D3 (Amd.Pt). Ada satu hal yang saya lupa untuk mengatakannya, saya juga punya seorang Kekasih donk + Istri saya sekarang dan satu buah hati kami… Dia juga selalu mengingatkan saya “Sholat Pa”, hanya itu. Tapi selalu saja masuk kanan tembus kiri.

Saat ini istri dan anak saya ada di Aceh, sedangkan saya melanjutkan kuliah yang sebentar lagi insyaallah apabila Allah mengijinkan saya selesai untuk mendapatkan gelar S1, walaupun dengan otak gaptek ini. Terus terang setelah menikah, saya tidak mempunyai pekerjaan sampai sekarang, saya masih berharap dari Ibu saya. Semua biaya Istri, anak dan saya ditanggung oleh Ibu dan mertua saya. Saya malu, malu banget. Saya merasa kejadian orang tua saya terulang kembali. Anda bisa bayangkan di umur saya yang akan beranjak 28 tahun belum bisa mandiri dan tidak punya pekerjaan, saya merasa belum bisa dewasa sedikitpun. Akan tetapi saya berusaha mandiri dengan mencari pekerjaan sampingan sambil kuliah.. Anda pasti senangkan mendengarnya, walaupun hanya kerja sampingan. Tapi tunggu dulu, cerita saya belum habis. Saya tidak mendapatkan pekerja sampingan itu, karena terus terang mencari pekerjaan di kota yang ada di pulau jawa itu susah, mungkin peluangnya kurang bagus. Saya juga pernah usaha membuat miniature dari kertas, tapi gagal juga. Belum lagi masalah skripsi yang judulnya selalu ditolak sehingga membuat saya frustasi kembali. Tapi entah darimana datangnya suatu keinginan di hati saya, yaitu saya harus menjadi orang kaya. Tapi bagaimana?? Saya belum menemukan jawabannya… terus terang alhamdulillah saya kembali menegakkan sholat walaupun masih pada bolong. Dan terus saya tingkatkan sampai apabila adzan terdengar dan selesai saya langsung sholat dan mengaji, berdzikir serta jangan lupa sholat malam (Tahajjud). Hati saya benar-benar tenang seperti saya masih di pesantren, akhirnya saya menemukan jawaban saya bagaimana saya harus menjadi orang kaya. Yaitu dengan meningkatkan ibadah saya kepada Allah, mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta yang tidak tampak buat diakherat kelak. Walaupun saya miskin harta dunia yang penting saya harus kaya akan harta akhirat. Karena harta dunia tidak akan membantu kita di akherat kelak, malah akan merepotkan kita. Karena Allah akan menanyakan dari mana didapat hartamu, digunakan untuk apa, sudahkah bersedekah dan lain sebagainya. Orang-orang kaya harta dunia termasuk paling lama perhitungan nisabnya. Berbeda dengan orang-orang yang miskin akan harta dunia, mereka hanya diperhitungkan perbuatan-perbuatan berdosa apa saja yang pernah dilakukan.

Hingga saat ini saya masih berusaha mengumpulkan harta akhirat, dan sudah pasti juga saya harus memenuhi kewajiban saya sebagai seorang suami kepada anak dan istrinya yaitu menafkahi lahir dan bathin. Lahir dengan memberikan pakaian, nafkah, tempat tinggal dan lain-lain, sedangkan bathinnya saya berusaha memberikannya ilmu-ilmu agama, membimbingnya, menasehati apabila salah dan lain sebagainya. Saya ingin menjadi seorang Ayah yang baik buat istri dan anak saya. Do’akan ya para pembaca. Untuk saat ini saya lagi mencoba bisnis-bisnis di Internet seperti PTC (ada di menu atas), affiliasi, Adsense dan membuat produk seperti RADJA DOWNLOAD, BLOGGER REVOLUTION, TO BE A PROGRAMMER, dan MILLION AND MORE FREE SITE. Mudah-mudahan berhasil walaupun untuk saat ini saya belum menghasilkan apa-apa, yang penting tetap semangat dalam menjalani hidup ini.

Akhir kata, saya mohon maaf kepada para pembaca yang telah mau membaca kisah hidup saya selama ini. Dan saya mohon maaf kepada pembaca dan pihak-pihak lainnya apabila di dalam tulisan saya ini terdapat kata-kata yang tidak pantas dan tidak layak mohon dimaafkan dan kirimkan saran, kritik dan masukan ke email saya di wrzkhan@gmail.com, dan bagi yang ingin memberikan sumbangan dana (donatur) demi kelangsungan hidup blog ini dapat mengirimkannya melalui rekening saya dibawah. Terimakasih buat semuanya… wassalam.



Owner www.wandihouse.co.cc
Irawandi Eko Syahputra
Alamat : Jl. Dr. Soeparno, Purwokerto
Handphone : +6285310084035
Rekening :
Bank BNI Cabang Cianjur
No. Rek: 0027003829
Atas nama Irawandi Eko Syahputra
Site/blog :
http://www.wandihouse.co.cc
http://masterpro82.blogspot.com
http://downloadtopvip.blogspot.com
http://moneys-ptc.blogspot.com
http://bisnis-product.blogspot.com
http://free-websitetools.blogspot.com
http://aceh-nad.blogspot.com

No comments: